Minggu, 10 Februari 2013

Naskah drama tentang menangani korupsi


Disini saya memposkan naskah drama yang berjudul KORUPSI. Naskah drama hanya diperankan oleh 3 orang saja. Kenapa hanya 3 orang? Karena karakter yang berada dalam tokoh ini, tidak terlalu banyak perannya. Baiklah silahkan disimak saja naskah dramanya, bila ada kekurangan dalam pembuatan naskah ini, saya minta maaf. Langsung saja.


KORUPSI
Tema: Bagaimana menangani korupsi secara adil
Kelompok        : 7
Kelas                : XI IPA 5
Anggota                                              
1.      M. Irsyad                     : (teman Tomi & Polisi 1)
2.      Ryan                            : (Hakim, bos & polisi 2)                    
3.      Tomi Hartanto                        : (koruptor)                             


Sinopsis: Cerita ini berawal dari seseorang yang ingin cepat kaya. Orang itu bernama Tomi, dan dia pun mengikuti nasehat kawannya untuk melakukan tindakan korupsi. Setelah dia mencobanya, akhirnya dia semakin terjerumus dalam tindakan korupsi. Setelah beberapa bulan dia korupsi, akhirnya ketahuan juga tindakan yang ia lakukan. Dan akhirnya dia dilaporkan kepolisi, lalu kawannya yang menjerumuskan menyogok hakim yang akan menyidangi dia nanti. Akan tetapi usaha kawannya gagal dan dia pun dihukum penjara selama 20 tahun dan semua hartanya di sita oleh Negara.


Adegan 1 (Rumah)
Suatu hari Irsyad berkunjung kerumah Tomi, dan mereka berdua sedang asik berbincang-bincang.
Irsyad  : “Hey, bagaimana kabarmu sekarang?”
Tomi    : “Alhamdulillah kabar saya baik.”
Irsyad  : “Trus bagaimana kabar pekerjaanmu sekarang?”
Tomi    : “Baik-baik saja, memang ada apa?”
Irsyad  : “Tidak, cuma nanya aja. Oh ya, kamu pengen cepet kaya apa tidak?”
Tomi    : “Maulah, setiap orang pasti ingin cepet kaya lah.”
Irsyad  : “Bener kamu Tom. Kamu ingin cepat kaya?”
Tomi    : “Iya lah, emang bagaimana caranya (berbisik-bisik). Pake jin, tuyul, apa pake babi ngepet?”
Irsyad  : “Yaelah, jaman sekarang masih pake cara gituan.”
Tomi    : “Trus caranya gimana dong?”
Irsyad  : “Korupsi dong bro.”
Tomi    : “Ha… (kaget). Masa caranya korupsi si, apa tidak ada cara lain?”
Irsyad  : “Ada banyak, tapi caranya yang paling mudah ya korupsi itu lah.”
Tomi    : “trus ntar kalau ketahuan, pasti masuk penjara.”
Ditengah-tengah pembicaraan mereka berdua, tiba-tiba Riyan pun datang kerumah Tomi dan iapun mengetuk pintu rumahnya.
Riyan   : “Assalamualaikum.”
Tomi    : “Waalaikumsalam.”
Tomi pun membukakan pintu.
Tomi    : “Oh kamu Yan. Saya pikir siapa.”
Riyan   : “Ya Tom, ngomong-ngomong kabarmu sekarang gimana Tom?”
Tomi    : “Baik-baik saja. Trus kabar mu sendiri bagaimana?”
Riyan   : “Baik juga kok Tom.”
Tomi    : “Yaudah kita masuk kedalam saja, gak enak ngomong diluar!”
Lalu, Riyan pun diajak masuk kedalam dan Riyan bertemu dengan kawan lamanya yaitu Irsyad.
Riyan   : “Eh ada kamu toh Syad disini.”
Irsyad  : “Ya. Oh ya dah lama ni kita tidak bertemu Yan.”
Riyan   : “Iya nih.”
Tomi    : “Yaudah, kalian berdua ngobrol-ngobrol saja dulu. Saya mau kebelakang sebentar.”
Riyan   : “Ya Tom.”
Tomi pun pergi kebelakang, dan mereka berduapun melanjutkan pembicaraannya.
Irsyad  : “Kamu kemana saja Yan? kok dah lama banget kamu tidak ada kabarnya.”
Riyan   : “Aku gak kemana-mana kok.”
Irsyad  : “Ngomong-ngomong kamu sekarang kerja dimana?”
Riyan   : “Aku kerja jadi Hakim.”
Irsyad  : “Oh begitu.” (berhenti sejenak)
Riyan   : “Ya, oh yaudah, saya mau pulang dulu. Ngomong-ngomong Tomi lama banget kebelakangnya.”
 Setelah Riyan berbicara seperti itu, tiba-tiba Tomi pun datang menghampiri mereka berdua.
Tomi    : “Maaf ya, saya agak lama kebelakangnya.”
Riyan   : “Ya, Gapapa kok Tom, oh ya saya mau pulang dulu.”
Tomi    : “Ya, lain kali saya main kerumah kamu dah.”
Riyan   : “Iya.”
Irsyad  : “Yaudah, saya juga mau pulang ni, besok kita lanjutkan lagi pembicaraan yang tadi.”
Tomi    : “Ya, yaudah, kalian berdua hati-hati ya.”
Riyan & Irsyad : “Yoi bro.”
Riyan dan Irsyad pun pulang dari rumah Tomi. 

Adegan 2 (Kafe)
Keesokan harinya Tomi dan Irsyad bertemu di kafe tempat biasa Irsyad makan.
Tomi    : “Hey Syad, kamu dah lama nunggunya?”
Irsyad  : “Gak, saya juga baru sampe kok.”
Tomi    : “Yaudah, kemarin pembicaraan kita sampe mana ya, saya lupa.”
Irsyad  : “Saya juga lupa. Kamu dah tau cara nya korupsi Tom?”
Tomi    : “Mana saya tau, saya kan belum pernah korupsi.”
Irsyad  : “Yaudah saya kasih tau caranya dah.”
Tomi    : “Caranya gimana Syad?”
Irsyad  : “pertama kamu harus bersikap baik didepan atasan mu, nah ntar kalau kamu dah bisa ngambil hati bos kamu, pasti kamu bakal menjadi orang kepercayaan bos kamu. Nah kalau sudah begitu ntar saya kasih tau lagi dah.”
Tomi    : “Oh begitu. Saya coba dulu dah.”
Irsyad  : “Yaudah. Lain kali kita bertemu lagi.”
Tomi    : “Sip bro.”
Akhirnya Tomi dan Irsyad pun berpisah dari tempat dimana mereka bertemu, dan Tomi pun mencoba cara yang diberikan oleh kawannya tersebut. Selagi Tomi mencoba cara yang diberikan oleh Irsyad. Irsyad pun pulang kerumahnya.

Adegan 3 (Taman)
Keesokan harinya Irsyad pun ingin sekali pergi ketaman, dan akhirnya dia pergi ketaman sekalian dia sambil berolahraga.
Irsyad  : “Ternyata asik juga ya jalan-jalan ditaman, udaranya sungguh sejuk.” (berbicara sendiri)
 Sambil dia jalan-jalan, tiba-tiba dia melihat kawannya yang sedang asyik duduk dibangku taman dan dia pun langsung menghampiri kawannya tersebut.
Irsyad  : “Hey, bengong saja ntar kesambet loh.” (menepuk pundaknya)
Riyan   : “ha… (kaget) oh kamu Syad.”
Irsyad  : “Ya lah, abisan tadi saya ngeliat kamu diam saja. Kamu ngapain duduk sendirian?”
Riyan   : “Saya lagi pusing, kasus yang saya tangani hampir semuanya tentang korupsi. Orang jaman sekarang lebih suka mencari uang dengan cara korupsi. Kalau begini trus penjara bisa penuh.”
Irsyad  : (diam)
Riyan   : “kamu kenapa Syad, kok kamu malah diam saja?”
Irsyad  : “gak ada apa-apa kok. Yaudah saya mau lanjutin olahraganya, kamu mau ikit olahraga bareng atau tidak?”
Riyan   : “Yaudah, yu kita jalan sekarang saja!”
Akhirnya mereka berdua berolahraga bersama.

Adegan 4 (Kantor)
Sudah hampir seminggu Tomi mencoba cara Irsyad, saat ini dia sudah menjadi orang kepercayaan bosnya. Pada suatu hari Tomi pun diberi uang oleh bosnya untuk membayar pajak perusahaan milik bosnya. Tetapi dia tidak membayarkannya dan ia pun bermaksud untuk mengambilnya.
Tomi    : “Lumayan ni uang, banyak juga. Dari pada ni uang buat bayar pajak mending buat saya aja dah.” (berbicara sendirian)
Lalu Tomi pun membuat surat  tanda bahwa perusahaan sudah membayar pajak. Tiba-tiba ia pun dipanggil oleh bosnya, dan bosnya ingin meminta tanda pembayarannya.
Bos      : “Tomi apakah uang pajak perusahaan sudah kamu bayarkan?”
Tomi    : “Sudah bos.”
Bos      : “Bagus, trus mana tanda pembayarannya?”
Tomi    : “Ini bos tanda pembayarannya.” (gemetaran saat memberikan suratnya)
Bos      : “Oh ternyata sudah kamu bayar, yasudah kamu sekarang kembali bekerja!”
Tomi    : “Baik bos.”
Setelah Tomi diberi kepercayaan dari bosnya, Tomi pun selalu mengambil uang pajak kantor perusahaan bosnya.



Setelah beberapa bulan berlalu, perusahaan bosnya pun mendapat surat dari kantor pajak, yang berisi bahwa perusahaan tidak membayar pajak selama lima bulan secara berturut-turut. Akhirnya Tomi pun dipanggil oleh bosnya untuk keruangannya.
Tomi    : “Ada apa bos memanggil saya kesini?”
Bos      : “Saya mau Tanya sama kamu, uang yang saya berikan untuk bayar pajak perusahaan kamu kemanakan?” (nada tinggi)
Tomi    : “Sudah saya bayarkan kok bos.” (gemetaran)
Bos      : “Jangan bohong kamu, kamu sekarang saya pecat dari perusahaan…” (nada tinggi)
Tomi    : “Tapi kenapa saya di pecat?”
Bos      : “Kamu cepat pergi dari ruangan ini!” (marah)
Tomi    : “Baik bos”
Lalu Tomi pun dipecat dari kantor, dan akhirnya ia pun pulang kerumah.

Adegan 5 (Rumah Tomi)
Tiba-tiba ada dua polisi yang berbadan tegap pun datang kerumah Tomi untuk menangkapnya. Tomi pun membukakan pintu dan ia pun kaget.
Polisi 1 : “Apa anda Tomi?”
Tomi    : “Ya benar saya sendiri. Memang ada apa ya?”
Polisi 1 : “Anda kami tahan.”
Tomi    : “Kenapa saya ditahan pak?”
Polisi 2 : “Nanti biar kamu jelaskan lagi dikantor, ayo kita bawa dia.”





Adegan 6 (Kantor polisi)
Akhirnya Tomi pun ditahan dikantor polisi. Irsyad pun datang ke kantor polisi untuk menemui kawannya.
Irsyad  : “Tomi sabar ya, ntar saya coba sogok hakimnya dah biar hukuman kamu menjadi ringan.” (berbisik-bisik)
Tomi    : “Tolongin saya banget ya Syad, Saya nyesel melakukan ini.”
Irsyad  : “Iya slow aja bro, lagi pula besok yang bakal jadi hakimnya si Riyan.”
Tomi    : “Semoga aja dia mau nolongin saya ya.”
Irsyad  : “ya.”

Adegan 7 (Rumah Riyan)
Irsyad pun menemui Riyan dirumahnya, dan dia pun meminta Riyan agar memberi hukuman yang ringan untuk Tomi.
Irsyad  : “Aasalamualaikum.”
Riyan   : “Waalaikunsalam.”
Irsyad  : “Riyan kamu mau nolongin Tomi apa gak?”
Riyan   : “Tolongin apa?”
Irsyad  : “Besok kan kamu jadi hakim yang menangani kasusnya Tomi, nah kamu buat ringan aja hukumannya.”
Riyan   : “Gak bisa lah. Saya hanya mengikutu Undang-Undang yang berlaku saja.”
Irsyad  : “Yaudah dah.”
Riyan pun tidak ingin menolong Tomi dan akhirnya Irsyad pun pulang kerumahnya.




Adegan 8 (Pengadilan)
Keesokan harinya Tomi pun akan di sidang, dan tanpa disangka oleh Tomi, ternyata yang menjadi hakim dalam persidangannya adalah kawannya sendiri yaitu Riyan, dan persidanganpun akan dimulai.
Riyan   : “Persidangan ini saya buka.” (sambil memukul meja)
Tomi    : (diam saja)
Riyan   : “Saudara Tomi, apa benar anda menyelewengkan dana perusahaan milik bos kamu?”
Tomi    : “Iya.” (menundukkan kepala)
Riyan   : “Kenapa kamu menyelewengkan dana tersebut?”
Tomi    : “Saya ingin cepat kayak.” (menundukkan kepala)
Riyan   : “Kamu saya jatuhi hukuman 20 tahun penjara dan semua harta kamu disita.”(menunduk kepala)
Tomi    : (diam)
Riyan   : “Dengan demikian kasus persidangan ini saya tutup.” (memukul meja)
Dan akhirnya Tomi pun di penjara selama 20 tahun dan semua hartanya disita.

Kesimpulannya : janganlah sekali-kali kita melkukan korupsi , karena kalau kita sudah sekali terjerumus kedalm tindak korupsi, kita akan selalu ingin terus melakukannya. Sepintar-pintarnya kita menyembunyikan bangkai, pasti bangkai itu akan dapat ditemukan. Sama saja dengan para koruptor.



SUMBER : TOMI HARTANTO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar